Sunday, February 14, 2016

Hakikat Penelitian Observasi Kuantitatif

Hakikat Penelitian Observasi Kuantitatif

 Penelitian observasi merupakan bagian dari penelitian kuantitatif non-eksperimen, yang data penelitiannya dihimpun dengan cara peneliti melakukan pengamatan atau observasi. Observasi ini digunakan ketika data yang akan diambil berkenaan dengan perilaku manusia, gejala-gejala alam dan responden yang diamati tidak terlalu besar. Sasaran observasi meliputi tiga hal, yaitu: pelaku (aktor), tempat dan kegiatan. Penelitian observasi termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan logika positivis, yang memandang sebuah realitas atau fenomena itu dapat diklasifikasikan, relatif tetap, konkret, teramati, dan terukur. Sebagai contoh fenomena yang dapat diteliti dengan menggunakan penelitian observasi adalah Apakah guru biologi SMA di sekolah X telah mengajarkan pelajaran biologi sesuai dengan hakikat pembelajaran biologi?, Bagaimana performa guru SMA di Kabupaten X yang telah mendapat sertifikasi dalam menerapkan pembelajaran di kelas?


Dalam melakukan penelitian observasi terdapat sejumlah karakteristik yang harus diperhatikan, yakni: 1) Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan, 2) Bersifat sistematik, 3) Bersifat kuantitatif, 4) Diikuti dengan pencatatan segera secara sistematik, 5) Menuntut keahlian peneliti, 6) Hasil penelitian dapat diuji validitas dan reliabilitasnya. Karakteristik lain dari penelitian observasi yang membedakannya dengan penelitian deskriptif lain adalah proses pelaksanaan penelitiannya. Dalam proses pelaksanaan penelitian observasi diketahui terdapat dua cara yakni: Observasi berperan serta (Participation Observation) yang berarti peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang sedang digunakkan sebagai sumber data penelitian. Pada umumnya, data yang diperoleh dari cara ini akan lebih lengkap, tajam dan detail. Karena sumber data telah terbiasa dengan kehadiran peneliti, sehingga peneliti dapat secara leluasa memperoleh data yang faktual. Cara yang kedua yakni, Observasi Non-Partisipan (Non-Participation Observation) yang dilakukan dengan cara peneliti tidak terlibat dalam kegiatan sehingga peneliti hanya menjadi pengamat yang independen.

Setelah memahami penelitian yang akan dilakukan maka, hal yang perlu dilakukan adalah menentukan obyek penelitian. Obyek penelitian dapat seluruh obyek yang merupakan penelitian populasi sedangkan dapat berupa sampel. Pemilihan sampel menggunakan teknik sampling Probability Sampling: Seluruh anggota populasi memiliki peluang untuk dipilih menjadi sampel, karena dilakukan secara random atau Non-Probability Sampling: tidak semua anggota populasi memiliki peluang untuk dipilih menjadi sampel. Namun, pada umumnya pada penelitian observasi menggunakan teknik sampling non-probability sampling.    
Sama seperti penelitian pada umumnya, penelitian observasi memerlukan instrumen dalam pelaksanaannya. Instrumen penelitian observasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu observasi terstruktur dengan instrumen yang telah dirancang secara sistematis. Observasi ini dilakukan apabila peneliti telah menentukan variabel yang akan diamati dan menggunakan instrumen penelitian yang teruji validitas dan reliabilitasnya. Instrumen dapat berupa pedoman wawancara atau quesioner tertutup. Sedangkan observasi tidak terstruktur, digunakan untuk observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Observasi ini dilakukan apabila peneliti tidak menentukan secara pasti obyek yang akan diamati dan dalam pengamatannya peneliti tidak menggunakan instrument yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu. Contoh bentuk instrumen yang dilakukan dalam penelitian observasi adalah 1) Catatan Anekdot (Anecdoctal Research): Merupakan catatan-catatan yang dibuat peneliti mengenai peristiwa luar biasa yang dianggap penting oleh observer. Pencatatan dilakukan terhadap bagaimana kejadiannya, bukan pendapat observer; 2) Catatan Berkala (Incidental Record): Merupakan pencatatan waktu yang dilakukan secara berkala menurut waktu munculnya suatu gejala, namun tidak dilakukan secara terus-menerus melainkan pada waktu tertentu dan terbatas pada jangka waktu yang ditetapkan untuk setiap waktu pengamatannya; 3) Daftar Cek (Check List): Suatu daftar yang berisi nama subyek dan faktor yang hendak diselidiki sehingga data yang diperoleh bersifat sistematis; 4) Skala Nilai (Rating Scale): Umumnya terdiri dari suatu daftar yang tidak hanya terdapat nama subyek yang diobservasi dan gejala yang akan diselediki, tetapi juga tercantum kolom-kolom yang menunjukan tingkatan atau jenjang setiap gejala yang diselediki penjenjangan dapat menggunakan skala, misalnya: Baik, sedang, buruk (Skala 3); Sangat baik, baik, sedang, buruk dan sangat buruk (Skala 5); Luar biasa, sangat baik, baik,  sedang, buruk, sangat buruk, dan luar biasa buruk (Skala 7); 5) Peralatan Mekanis (Mecanical Device): Perekaman seluruh atau sebagian peristiwa menggunakan peralatan elektronik yang lebih efektif dan efisien.

Setelah memperoleh data, maka dilakukanlah teknik analisis data Teknik analisis data dalam kuantitatif menggunanakan uji statistik, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik deskriptif digunakan untuk penelitian populasi. Hal yang disajikan dalam statistik deskriptif adalah data yang berupa diagram atau grafik, perhitungan mean, median, modus, standar deviasi. Selain itu, statistik deskriptif dapat dilakukan untuk mencari kuatnya hubungan antar variabel melalui analisis korelasi, melakukan prediksi dengan analisis regresi atau membandingkan dua rata-rata atau lebih yang tidak perlu diuji signifikansinya. Sedangkan, pada statistik inferensial merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini coock digunakan apabila sampel diambil dari populasi yang jelas dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara random. Dalam hal ini statistik inferensial dibagi dua, yaitu statistik parametris dan nonparametris. Statistik parametris digunakan untuk menguji parameter melalui statistik. Parameter populasi itu rata-rata, simpangan baku dan varians. Selain itu, parametris memerlukan terpenuhinya beberapa asumsi, yaitu data harus berdistribusi normal, data harus homogen, dan uji regresinya harus linear. Sedangkan statistik non-parametris tidak menguji parameter populasi, tetapi menguji distribusi dengan tidak banyak asumsi.

Dalam penelitian observasi terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan karena dalam penelitian observasi dapat terjadi bias dalam prosesnya, yang menyebabkan penelitian tidak akurat, diantaranya masalah yang ditemui adalah ketidaktepatan dalam menerjemahkan variabel, ketidaktepatan dalam mengembangkan indikator yang akan dijabarkan menjadi instrumen, terdapat kesalahan dalam mengkode pada instrumen, atau dapat juga kesalahan ada pada observer yang tidak tepat dalam menggunakan form observasinya karena kurang memahami dan kondisi subyek penelitian yang tidak natural. Namun, permasalahan tersebut dapat diantisipasi dengan berbagai cara seperti peneliti yang harus lebih banyak berlatih, penelitian dilakukan dengan dua orang observer,  lingkup aspek yang diteliti lebih kecil atau sedikit sehingga peneliti dapat lebih fokus, terdapat pembagian kerja dengan observer lain sehingga satu observer hanya mengamati satu aspek secara utuh, membuat efisiensi waktu dalam pengamatan agar lebih efektif, dan mengupayakan agar kondisi subyek yang diteliti berada pada kondisi yang natural sehingga diperlukan adanya pembiasaan antara subyek dengan kehadiran peneliti.





Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Hakikat Penelitian Observasi Kuantitatif

0 comments:

Post a Comment